Proses terjadinya bayi tabung
DALAM mendapat keturunan melalui proses IVF (In Vitro Fertilization),
sebenarnya ada langkah-langkah yang harus diketahui setiap pasangan. Untuk
mengetahui lebih lanjut, ulasan berikut membantu Anda.
IVF atau lebih dikenal dengan sebutan "bayi tabung" memiliki prosedur dalam upaya membantu pasangan mendapat keturunan. Umumnya, lama dalam proses metode ini sekira dua sampai tiga minggu plus dengan empat langkah yang harus dijalani para pasangan.
Untuk mengetahui apa saja langkah-langkah itu. Dr. Indira Hinduja, seorang ahli IVF and Infertility dari Hinduja Hospital akan membantu kita dalam memahami langkah-langkah dalam metode IVF ini. Berikut ulasannya, seperti dilansir Healthmeup.
Langkah 1 : Merangsang ovarium
Terapi hormonal sangat disarankan pada saat fase merangsang ovarium. Hal itu karena terapi hormonal bisa menghasilkan lebih dari satu telur persiklus saat masuk ke dalam perawatan IVF. Setelah sel telur didapatkan, dokter akan memantau melalui USG serial dan tes darah. Setelah tes darah dan USG memastikan kematangan folikel (kantung berisi cairan dalam ovarium) sudah memadai, sel telur bisa dikumpulkan .
Langkah 2: Mengumpulkan telur
Telur biasanya dikumpulkan dalam bimbingan USG dengan anestesi pendek. Pada tahap kedua ini, dokter memakai jarum yang dimasukkan ke probe scanning dan ke setiap ovarium. Semua telur itu kemudian akan berkumpul memakai media jarum.
Langkah 3: Fertilisasi
Setelah pengumpulan telur, beberapa jam kemudian sperma laki-laki dikumpulkan. Sperma tersebut kemudian dicampur bersama di bawah mikroskop sesuai standar IVF. Setelah melebihi 16 sampai 20 jam gabungan sperma itu diperiksa untuk dilihat apakah sudah ada pembuahan embrio (cikal bakal janin).
Langkah 4: Memindahkan Embrio
Setelah terjadinya fase embrio, mereka ditransfer ke rahim wanita setelah memertimbangkan siklus menstruasinya. Transfer embrio sendiri, berefek nyeri pada pihak wanita dan biasanya tak membutuhkan anestesi. Dua minggu kemudian, tes darah akan dilakukan untuk mengonfirmasi apakah wanita tersebut sudah hamil atau tidak
IVF atau lebih dikenal dengan sebutan "bayi tabung" memiliki prosedur dalam upaya membantu pasangan mendapat keturunan. Umumnya, lama dalam proses metode ini sekira dua sampai tiga minggu plus dengan empat langkah yang harus dijalani para pasangan.
Untuk mengetahui apa saja langkah-langkah itu. Dr. Indira Hinduja, seorang ahli IVF and Infertility dari Hinduja Hospital akan membantu kita dalam memahami langkah-langkah dalam metode IVF ini. Berikut ulasannya, seperti dilansir Healthmeup.
Langkah 1 : Merangsang ovarium
Terapi hormonal sangat disarankan pada saat fase merangsang ovarium. Hal itu karena terapi hormonal bisa menghasilkan lebih dari satu telur persiklus saat masuk ke dalam perawatan IVF. Setelah sel telur didapatkan, dokter akan memantau melalui USG serial dan tes darah. Setelah tes darah dan USG memastikan kematangan folikel (kantung berisi cairan dalam ovarium) sudah memadai, sel telur bisa dikumpulkan .
Langkah 2: Mengumpulkan telur
Telur biasanya dikumpulkan dalam bimbingan USG dengan anestesi pendek. Pada tahap kedua ini, dokter memakai jarum yang dimasukkan ke probe scanning dan ke setiap ovarium. Semua telur itu kemudian akan berkumpul memakai media jarum.
Langkah 3: Fertilisasi
Setelah pengumpulan telur, beberapa jam kemudian sperma laki-laki dikumpulkan. Sperma tersebut kemudian dicampur bersama di bawah mikroskop sesuai standar IVF. Setelah melebihi 16 sampai 20 jam gabungan sperma itu diperiksa untuk dilihat apakah sudah ada pembuahan embrio (cikal bakal janin).
Langkah 4: Memindahkan Embrio
Setelah terjadinya fase embrio, mereka ditransfer ke rahim wanita setelah memertimbangkan siklus menstruasinya. Transfer embrio sendiri, berefek nyeri pada pihak wanita dan biasanya tak membutuhkan anestesi. Dua minggu kemudian, tes darah akan dilakukan untuk mengonfirmasi apakah wanita tersebut sudah hamil atau tidak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar